Selasa, 22 Desember 2020

Cara Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Menurut SehatQ.com

Covid 19 masih saja menjadi salah satu virus mematikan yang belum tuntas di sejumlah negara. Bahkan di Indonesia saja kasus penyebaran corona virus masih belum tuntas. Sejumlah rumah sakit yang sudah ditunjuk sebagai pusat penanganan juga kuwalahan menangani banyaknya kasus yang lebih dari 11.677 orang dinyatakan meninggal dunia ini.

 

Selama ini kondiri penderita corona memang berbeda-beda baik dari kondiri tubuh dan segi imunitasnya. Buktinya masih banyak yang dinyatakan sehat setelah melalui isolasi dan pengobatan di rumah sakit. Meninggalnya pasien karena terpapar corona memang diakibatkan oleh sejumlah faktor. Dan yang mengerikan adalah penderita yang mengalami penurunan kondiri kesehatan akibat badai sitokin.


Sitokin sendiri merupakan salah satu protein yang memiliki peran sebagai proinflamasi. Dengan kondisi tubuh yang baik maka produksi protein ini akan bagus dalam melawan antigen. Ketika terkena virus corona maka tubuh akan membutuhkan banyak sitokin dalam melawan virus. Dengan adanya permeabilutas didalam tubuh maka pembuluuh darah akan bekerja maksimal. Sehingga jika kekurangan maka cairan sel darah dan cairan ke alvelolus menjadi berat dan menyebabkan sesak nafas.


Hal inilah yang menyebabkan kalangan lansia (lanjut usia) dan para orang yang sudah memiliki prekondisi (penyakit bawaan) sangat rentan terkena corona. Mengingat kadar sitokin dalam tubuh mereka memang sangat minim sekali. Sejauh ini dalam catatan medis di Indonesia, kalangan yang sering kali terindikasi positif corona adalah penderita di kisaran usia 30 sampai 60 tahun.


Pencegahan dan Penanganan Covid 19
Direktori Penyakit menyatakan untuk melakukan pencegahan virus corona memang harus memperhatikan kesehatan pribadi. Khususnya bagaimana seseorang bisa terhindar dari interaksi orang sekitar yang sudah terindikasi terkena virus mematikan ini. Namun secara umum upaya pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:


1.    Menjaga Jarak
Menjaga jarak atau biasanya disebut dengan physical distancing merupakan usaha seseorang menjag jarak fisik dengan orang lain. Jangan berkerumun dalam kondisi tertentu, apalagi melakukan kontak dalam jarak dekat di masa pandemi. Meski komunikasi bisa dijalankan dalam beberapa langkah setidaknya seseorang tidak langsung bersinggungan dengan pihak lain. Bisa telepon atau video call saja dengan kerabat jauh.


2.    Sering Mencuci Tangan
Pakai air bersih dan dalam kondisi mengalir setelah keluar dari rumah. Dengan mencuci tangan setidaknya 30 detik dan selalu melakukan perilaku hidup sehat memakai sabun, seseorang akan bisa menjaga diri dari paparan virus Corona.


3.    Meningkatkan Imunitas Tubuh
Peerbanyak makan sayur, buah dan rutin menjalankan olahraga. Olahraga juga harus yang ringan saja jangan memaksakan karena menimbulkan kelelahan. Dengan terjaganya imunitas maka pengakit tidak akan mudah menyerah tubuh Anda. Jangan lupa makanan yang dikonsumsi harus benar-benar matang.


4.    Hindari Kontak Dengan Pasien
Memakai masker merupakan salah satu kunci interaksi dengan orang lain mejadi lebih aman. Saat keluar rumah biasakan memakai masker agar virus yang beterbangan tidak menghampiri Anda.

Apabila seseorang terindikasi Covid 19 baik setelah melakukan rapid maupun swab, sebaiknya harus selalu menjaga diri agar tidak menyebarkan penyakit ini. Banyak sekali yang bisa dilakukan untuk membatasi interaksi dengan orang lain. Salah satunya adalah melakukan isolasi mandiri dirumah. Pakai kamar tidur dan toilet secara pribadi. Dan yang paling penting jalankan isolasi kurang lebih 14 hari kedepan.


Dan menurut direktori penyakit, penyebaran corona akan bisa dihindari jika penderita juga memakai alat makan sendiri, tidak menerima tamu lebih dulu selama menjalankan isolasi, menerapkan etika baik dalam bersin maupun batuk, memakai dan sering mengganti masker. Usaha yang dilakukan secara benar akan mampu mencegah penyebaran virus corona dan mematikan rantai penularannya kepada orang lain. Semoga bermanfaat!

Disqus Comments